Pengetahuan ISLAM



Ya Allah sesungguhnya Engkau telah berfirman dan firman. Engkau pasti menjadi kenyataan (memohon kamu sekelian, hai hamba-hamba Ku, nescaya aku kabulkan permohonan mu). Ya Allah, inilah permohonan kami dan engkau yang mengkabulkan. Inilah kesungguhan kami dan Engkaulah tumpuan dan harapan kami. Tiada daya dan upaya kecuali dengan pertolongan Engkau ya Allah. (Hadith riwayat At-Tarmizi dan Abu Hurairah r.a)







MENGHINDARI GODAAN SETAN

MENGHINDARI GODAAN SETAN





1. Memperhatikan serangan setan, maka:
o kita bisa mengambil kesimpulan bahwa cara yang paling baik menghindari godaan setan adalah dengan tulus-ikhlas kita minta perlindungan kepada Allah,
o seraya mengharapkan kepada Allah, atas karunia dan rahmat-Nya, akan melindungi kita dari godaan setan.
o Cara semacam ini sesuai dengan perintah Allah sendiri.
o Begitu kita minta perlindungan dari-Nya dan kita ingat kepada-Nya, kita akan menyadari akan kesalahan-kesalahan yang telah kita perbuat.
o Dengan modal kesadaran akan kësalahan sendiri semacam ini, kita berharap kita bisa mengambil langkah-¬langkah untuk memperbaiki perilaku kita sendiri dan terhindar dari godaan setan.

2. Jika kamu ditimpa suatu godaan setan, maka berlindunglah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa bila mereka ditimpa was-was dari setan, mereka ingat kepada Allah, maka ketika itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya. (Al A’ raf 7:200-201)

3. Faktor keikhlasan dalam minta perlindungan kepada Allah ini penting sekali karena Iblis sendiri mengakui bahwa dia tidak akan bisa menggoda hamba Allah yang ikhlash (mukhlashin), seperti ucapannya yang dikutip Allah: Iblis menjawab: “Demi kekuasaan Engkau, aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba-Mu yang mukhlashin di antara meneka.”(Shad 3 8:82-83).

4. Di samping menata hati agar kita ikhlas dalam MOHON PERLINDUNGAN KEPADA ALLAH, kita, dalam menghindari godaan-godaan setan, juga perlu MENGAMBIL LANGKAH-LANGKAH TEKNIS, antara lain sebagai benikut:
1) Kita hendaknya menjaga tutur-kata dalam pergaulan sehari-hari:
o Dengan hanya menggunakan tutur-kata yang baik, kita berharap tidak ada celah bagi setan untuk memprovokasi sikap permusuhan diantara kita.
o ”Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku, hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar). Sesungguhnya setan itu menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia. ” (Al 1st-a’ 17:53)

2) Sedapat mungkin kita tidak meniru atau mengikuti langkah-langkah dan perbuatan-perbuatan setan.:
o Termasuk perbuatan setan adalah bahwa mereka suka makan dengan tangan kiri,
o sebagaimana diceritakan oleh Rasul Allah SAW. (Baca ayat 21 dari surat al Nur beserta terjemahannya di atas.)

3) Tidak mudah percaya sebelum mencari klarifikasi tentang kebenaran berita yang disampaikan oleh seorang yang fasik , yang suka melanggar ketentuan-ketentuan Tuhan
o ”Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepädamu orang fasik membawa suatu berita, maka peniksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu”. (Al Hujurat 49:6)

4) Hendaklah kita tidak saling mengolok-olok,:
o saling mencela atau saling memanggil dengan julukan yang buruk antara satu dengan yang lain.
o Masing-masing di antara kita ditakdirkan memiliki rasa harga diri dan ingin dihargai.
o Masing-masing di antara kita memang memiliki kelemahan tapi di samping itu juga pasti memiliki kelebihan.
o Karena itu, kita mesti saling menghargai dan saling menghormati.
o Contoh: Hari gini belum punya HP; Tumben datang pengajian; Pagar kok jelek begini sih ganti yang baru dong; Motor udah tua gini kok masih dipelihara; Sok alim; Sok suci;
o (Al Hujurat 49:11):
 ”Hai orang-orang yang beriman janganlah suatu kaum mengolok--olok kaum yang lain
 (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olok) lebih baik daripada mereka (yang mengolok-olok), dan
 jangan pula wanita-wanita (mengolok-olok) wanita-wanita lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olokkan) lebih baik daripada wanita (yang mengolok-olok), dan
 janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan janganlah kamu panggil¬ memanggil dengan gelar-gelar yang buruk.
 Seburuk-buruk panggilan ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan
 barang siapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang lalim”. (Al Hujurat 49:11)

5) Kita juga mesti menghindari prasangka buruk terhadap sesama kita. Bila di dalam diri kita ada rasa iri, rasa takut disaingi, rasa cemburu atau rasa minder terhadap seseorang, sering kali kita MUDAH TERGODA untuk berprasangka buruk terhadapnya. Karena itu, perasaan-perasaan negatif semacam itu mesti kita hindari. Menggunjing dan mencari-cari kesalahan orang lain pun juga mesti kita hindari. ”Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang”. (Al Hujurat 49:12)

6) Kita tidak boleh menggubris dan tidak boleh mendengarkan bisikan-¬bisikan setan. Hanya orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat cenderung kepada bisikan setan.

7) Hendaklah kita berkonsultasi dengan para cendekiawan atau orang yang berwewenang bila diantara kita ada yang meragukan tentang suatu masalah.
 Hal ini perlu untuk menghindari penyelesaian masalah tanpa merujuk kepada al Qur’an dan Hadits.
 ”Dan apabila datang kepada mereka suatu berita tentang keamanan atau pun ketakutan, mereka lalu menyiarkannya. Dan kalau mereka menyerahkannya kepada Rasul dan Ulil Amri di antara mereka, tentulah orang-orang yang ingin mengetahui kebenarannya (akan dapat) mengetahuinya dari mereka (Rasul dan Ulil Amri). Kalau tidaklah karena karunia dan rahmat Allah kepada kamu, tentulah kamu mengikuti setan, kecuali sebahagian kecil saja (di antaramu). (An Nisa’ 4:83)

5. Menunut al Ghazali dalam Ihya’ ‘ulum al din:,
 sebelum seseorang mendapatkan bisikan dari setan, dia terlebih dahulu akan mendapatkan lintasan (khathr) dalam benak hatinya.
 Dari lintasan itu lalu muncul rasa suka atau tidak suka terhadap sesuatu yang muncul dalam lintasan tadi.
 Bila ia suka, setan membisikinya agar ia melaksanakan hal itu dengan cara yang tidak benar, dan
 bila ia tidak suka, setan membisikinya agar ia bertindak melawannya dengan cara yang tidak benar pula.
 Setelah itu, muncullah dorongan kuat (‘azm) dan niatan untuk melaksanakan apa yang ia inginkan.

>>BIOGRAFI DAJJAL



diantara tanda – tanda besar kiamat, yang paling ditakuti oleh manusia adalah kemunculan dajjal. Dan edatangan dajjal adalah cobaan terbesar umat Muhammad, sebagaimana sabda Rasulullah SAW,”Sejak penciptaan Adam sampai hari kiamat tiada ada cobaan yang lebih besar dari pada dajjal”. (HR.Muslim)

Nama                    :   Dajjal
Tempat Lahir      :   Dari Timur (Khurasan)
Tanggal Lahir      :   Menjelang hari kiamat, sebelum turunnya Isa bin Maryam AS.
Agama                  :   Kufur
Gelar                     :   AL-Masih
Julukan                :   Pembohong
Ciri – Ciri              :   Bermata satu (buta sebelah), terdapat tanda ‘kafir’ di antara keduanya,   bertubuh pendek gemuk, berkulit merah, berambut keriting, dan berkaki bengkok. (HR.Bukhari, Ibnu Hibban, dan Ahmad)

Hobi                      :   Memfitnah dan mengaku sebagai Mahdi, Nabi Isa AS, dan Tuhan
Pekerjaan           :   Manager pemasaran neraka Jahannam
Jabatan               :   Sekutu terdekat setan
Sarana                 :   Kekayaan, seks, dan semua kenikmatan dunia
Istri                       :   Seluruh wanita yang gemar mempertontonkan auratnya
Anak                     :   Seluruh manusia yang termakan fitnahnya

Penggemar         :   Zionis Yahudi (utama), kafir, klub maksiat, pemimpin zhalim, orang kaya sombong, pedagang yang curang, penghasut (tukang fitnah) orang yang suka memakan harta anak yatim dan hak orang miskin, musyrik, orang yang murtad, orang yang tidak membayar zakat, orang munafik, dan dukun (tukang sihir atau peramal)

Musuh                  :   Allah SWT, Nabi Muhammad SAW, Imam Mahdi, Isa bin Maryam AS, Orang beriman dan mukmin tang taat, Orang berilmu dan berfikir (alim), serta orang – orang yang bertaubat

Kerajaan              :   Israel Raya
Simbol                  :   Bintang Daud (Bintang David), pentagram, piramid (segitiga), mata satu, salib terbalik, matahari, obeliks, patung dewa mesir, ankh, dan burung hantu.


>>  TATA CARA MANDI WAJIB (Laki/Perempuan)



1. Mandi junub harus diniatkan ikhlas semata karena Allah Ta’ala dalam rangka menta’atiNya dan beribadah kepadaNya semata.









Niat Mandi Wajib

"Nawaitul Ghusla Liraf'il Hadatsil Akbari Fardhan Lillahi Ta’aalaa."
Artinya : ( di baca dalam hati! )
"aku niat mandi untuk menghilangkan hadats besar fardhu karena allah taala."

2. Dalam Mandi Junub, harus dipastikan bahwa air telah mengenai seluruh tubuh sampaipun kulit yang ada di balik rambut yang tumbuh di manapun di seluruh tubuh kita.
Karena itu siraman air harus dibantu dingan jari tangan untuk mengantarkan air ke bagian tubuh yang paling tersembunyi.

3. Mandi Junub dimulai dengan:
- Membasuh kedua telapak tangan sampai pergelangan tangan, masing-masing tiga kali dan cara membasuhnya dengan mengguyur kedua telapak tangan itu dengan air yang diambil dengan gayung. Dan bukannya dengan mencelupkan kedua telapak tangan itu ke bak air.

4. Setelah itu mengambil air dengan telapak tangan untuk mencuci kemaluan dengan telapak tangan kiri sehingga bersih.

5. Kemudian telapak tangan kiri itu digosokkan ke lantai atau ke tembok sebanyak tiga kali. Dan setelah itu dibasuh dengan air.

6. Setelah itu berwudlu’ sebagaimana cara berwudlu’ untuk shalat.

7. Kemudian mengguyurkan air dari kepala ke seluruh tubuh dan menyilang-nyilangkan air dengan jari tangan ke sela-sela rambut kepala dan rambut jenggot dan kumis serta rambut mana saja di tubuh kita sehingga air itu rata mengenai seluruh tubuh.

8. Kemudian bila diyakini bahwa air telah mengenai seluruh tubuh, maka mandi itu diakhiri dengan membasuh kedua telapak kaki sampai mata kaki.

9. Disunnahkan untuk tidak mengeringkan badan dengan kain handuk atau kain apa saja untuk mengeringkan badan itu.

10. Disunnahkan untuk melaksanakan 
Mandi Junub itu dengan tertib seperti yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa aalihi wasallam.

Dengan mengetahui dan mengamalkan 
Tata Cara Mandi Junub Yang Benar diatas, kegiatan menunaikan ibadah bisa dalam keadaan bersih dari hadats besar dan kecil, Insya Allah sah. Itulahcara mandi wajib yang benar diajarkan oleh Nabi Muhammad saw.





>>  TATA CARA SHALAT KHUSYU

Tips Ringkas Untuk Khusyu' Dalam Shalat
Pembahasan-pembahasan berikutnya yang akan anda ikuti adalah penjelasan detail tentang makna bacaan-bacaan dalam 
sholat. Setiap bacaan akan memiliki “rasa” tersendiri. “Rasa” itulah yang sebenarnya harus dihadirkan dalam setiap sholat. Sebagian Ulama’ Salafmenyatakan bahwa setiapibadah harus diiringi dengan perasaan:
1. Cinta dengan pengagungan,
2. Takut, dan
3. Berharap kepada Allah 
Subhaanahu Wa Ta’ala.





Pada saat disebutkan tentang Nama dan 
Sifat-Sifat Allah serta keagunganNya, dalam diri kita harus timbul perasaan mengagungkan.Jika disebutkan tentang kebaikan-kebaikan, Keadilan-keadilan dan kasih sayang Allah, dalam diri kita mestinya timbul perasaan cinta kepada Allah. Cinta yang berpadu dengan pengagungan tertinggi.








Perasaan takut kepada Allah muncul jika kita membaca bacaan-bacaan tentang ancaman adzab Allah yang pedih, atau Sifat Allah Yang Maha Perkasa Lagi Maha Kuat, bahwa Allah Penguasa satu-satunya, dan seluruhnya kecil di hadapanNya, dan makna-makna semisalnya. Perasaan takut juga muncul jika kita membaca pengakuan atas dosa kita dan kedhaliman yang telah kita lakukan.

>>  KENAPA SIH ISLAM MELARANG PACARAN ??








1. Melakukan berbagai hal pendahuluan zina.
Padahal segala perantara menuju zina itu dilarang, baik dengan memandang lawan jenis dengan syahwat (nafsu), meraba atau menyentuh, berdua-duaan, apalagi sampai berciuman meskipun hal-hal tersebut tidak sampai zina. Allah Ta'ala berfirman,





وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا
“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.”(QS. Al Isro’: 32). Kata Asy Syaukani dalam Fathul Qodir, "Jika mendekati zina dengan melakukan berbagai hal sebagai pendahuluan zina itu terlarang, maka zina sendiri jelas terlarang. Karena sesuatu itu haram, maka segala perantara menuju sesuatu tersebut jelas haram. Inilah yang dimaksud dalam konteks kalimat." Syaikh 'Abdurrahman As Sa'di dalam kitab tafsirnya menjelaskan,
"Larangan dalam ayat ini adalah larangan untuk mendekati zina. Larangan mendekati saja tidak dibolehkan apalagi sampai melakukan zina itu sendiri. Larangan mendekati zina ini meliputi larangan melakukan berbagai pendahuluan dan perantara menuju zina."
2. Berduaan dengan lawan jenis.
Ini juga pelanggaran yang tidak bisa dipungkiri. Berduaan bisa jadi berduaan di satu tempat, di kegelapan, atau di tempat sepi, atau boleh jadi berduaan lewat sms-an, telepon atau lebih keren lagi lewat pesan facebook. Banyak kejadian yang berawal dari berdua-duaan seperti ini, di antaranya berhubungan lewat inbox facebook, lalu mengajak ketemuan, lantas ujung-ujungnya terjadilah apa yang terjadi. Berdua-duaan dengan lawan jenis terlarang berdasarkan sabda Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam,
أَلاَ لاَ يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ لاَ تَحِلُّ لَهُ ، فَإِنَّ ثَالِثَهُمَا الشَّيْطَانُ ، إِلاَّ مَحْرَمٍ
“Janganlah seorang laki-laki berduaan dengan seorang wanita yang tidak halal baginya karena sesungguhnya syaithan adalah orang ketiga di antara mereka berdua kecuali apabila bersama mahromnya. (HR. Ahmad no. 15734. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan hadits ini shohih dilihat dari jalur lain)3. Tidak menundukkan pandangan.
Dengan lawan jenis kita diperintahkan untuk menundukkan pandangan dan jelas terlarang jika dengan syahwat (nafsu). Perintah ini dimaksudkan agar lebih menjaga hati dan agar hati tidak tergoda pada zina. Memandang lawan jenis barulah jadi halal jika melalui hubungan pernikahan atau dibolehkan jika wanita yang dipandang masih mahrom kita. Mengenai larangan memandangn lawan jenis, disebutkan dalam hadits Jabir bin 'Abdillah,
سَأَلْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- عَنْ نَظَرِ الْفُجَاءَةِ فَأَمَرَنِى أَنْ أَصْرِفَ بَصَرِى.
“Aku bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang pandangan yang cuma selintas (tidak sengaja). Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan kepadaku agar aku segera memalingkan pandanganku.” (HR. Muslim no. 5770).
4. Tidak menjaga aurat.
Ini pun jelas ada dalam pacaran. Karena seringnya berdua-duaan, si pria pun ingin melihat aurat wanita. Si pria ingin melihat indah gemulai rambutnya dan sebagainya yang merupakan aurat. Padahal menutup aurat dengan mengenakan jilbab itu adalah wajib sebagaimana firman Allah Ta'ala,
يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا
“Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu'min: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS. Al Ahzab: 59). Melihat aurat wanita barulah dibolehkan jika memang halal sebagai istri, bukan saat pacaran. Kerabatnya saja yang masih mahrom dibolehkan melihat sebatas anggota tubuh yang nampak ketika berwudhu. Lantas kenapa orang yang jauh sampai dibolehkan melihat kehormatan wanita tersebut padahal akad nikah pun belum ada?
5. Bersentuhan dengan lawan jenis.
Ini pun pelanggaran yang sering dilakukan oleh yang berpacaran. Baik di kesepian maupun tempat umum, seringnya ingin berjalan bergandengan tangan padahal belum halal.
Dari Abdulloh bin ‘Amr, ”Sesungguhnya Rasulullah tidak pernah berjabat tangan dengan wanita ketika berbaiat.” (HR. Ahmad dishohihkan oleh Syaikh Salim dalam Al Manahi As Syari’ah)
Dari Umaimah bintu Ruqoiqoh dia berkata, ”Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya aku tidak pernah menjabat tangan para wanita, hanyalah perkataanku untuk seratus orang wanita seperti perkataanku untuk satu orang wanita.” (HR. Tirmidzi, Nasai, Malik dishohihkan oleh Syaikh Salim Al Hilaliy)
Zina tangan adalah dengan menyentuh lawan jenis yang bukan mahrom sehingga ini menunjukkan haramnya. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
كُتِبَ عَلَى ابْنِ آدَمَ نَصِيبُهُ مِنَ الزِّنَى مُدْرِكٌ ذَلِكَ لاَ مَحَالَةَ فَالْعَيْنَانِ زِنَاهُمَا النَّظَرُ وَالأُذُنَانِ زِنَاهُمَا الاِسْتِمَاعُ وَاللِّسَانُ زِنَاهُ الْكَلاَمُ وَالْيَدُ زِنَاهَا الْبَطْشُ وَالرِّجْلُ زِنَاهَا الْخُطَا وَالْقَلْبُ يَهْوَى وَيَتَمَنَّى وَيُصَدِّقُ ذَلِكَ الْفَرْجُ وَيُكَذِّبُهُ
“Setiap anak Adam telah ditakdirkan bagian untuk berzina dan ini suatu yang pasti terjadi, tidak bisa tidak. Zina kedua mata adalah dengan melihat. Zina kedua telinga dengan mendengar. Zina lisan adalah dengan berbicara. Zina tangan adalah dengan meraba (menyentuh). Zina kaki adalah dengan melangkah. Zina hati adalah dengan menginginkan dan berangan-angan. Lalu kemaluanlah yang nanti akan membenarkan atau mengingkari yang demikian.” (HR. Muslim no. 6925)
Ini baru lima pelanggaran yang kami ungkap dari sisi dalil. Namun masih banyak pelanggaran selain itu yang semuanya berujung pada zina. Awal berpacaran saja penuh kekhawatiran karena seringkali melakukan dosa, ujungnya pun penuh penyesalan. Luqman berkata kepada anaknya, “Wahai anakku. Hati-hatilah dengan zina. Di awal zina, selalu penuh rasa khawatir. Ujung-ujungnya akan penuh penyesalan. (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 10/326)

Nah, jelas bukan mengapa islam melarang pacaran??Bila memang seseorang ingin serius menjalin hubungan dengan seorang wanita, maka islam telah menyediakan sarananya, yaitu menikah.Karena islam Bukanlah agama yang kaku, maka islam menganjurkan kepada masing-masing fihak untuk saling berkenalan (ta’aruf).Tentu saja tidak berduaan lho,..harus ada pihak ketiganya.Setelah itu? Ya,.selamat bertanya tentang biografi calon pasangan anda,apabila kurang jelas, masih kurang yakin..islam menganjurkan mereka untuk shalat istikharah agar di berikan pilihan yang mantap yang nantinya insya Allah akan berakibat baik bagi dunia dan akhirat kedua belah pihak.Setelah mantap dan yakin akan pilihannya..kuatkan azzam (tekad), dan Bismillah…menikah..!! Indah bukan??


Tidak ada komentar:

Posting Komentar